Jakarta – Penonton di Stadion Manahan Solo membludak saat laga pertama Liga Primer Indonesia dihelat, Sabtu (8/1/2011) kemarin. Itu dianggap sebagai indikasi kalau LPI diterima publik tanah air.

Pihak penyelenggara pertandingan Ksatria XI Solo FC vs Persema Malang melepas 19.500 lembar tiket untuk pertandingan pembuka Liga Primer Indonesia. Namun setidaknya ada 22.000 orang yang bisa masuk Stadion Manahan Solo.

Itu belum termasuk ribuan orang lainnya yang terpaksa gagal menyaksikan Irfan Bachdim cs karena tak kebagian tiket. Sebuah rangkaian fenomena yang disebut pengamat sepakbola Tondo Widodo sebagai bentuk penerimaan publik terhadap kompetisi yang masih dianggap ilegal oleh PSSI tersebut.

“Penonton membludak itu semua bayar. Itu indikasi bagus buat LPI. Aantusiame penonton untuk menyaksikan pertandingan sangat luar biasa,” ungkap Tondo yang datang langsung ke Stadion Manahan menyaksikan laga tersebut dalam perbincangan dengan detiksport.

Disebut mantan ketua bidang organisasi PSSI itu, keberadaan Irfan Bachdim dan, Kim Jeffrey Kurniawan menjadi magnet lain yang jadi daya pikat fans.

Meski memaklumi masih adanya kekurangan yang terjadi dalam gelaran pertandingan tersebut, Tondo meminta pihak LPI dan klub tuan rumah lebih bersiap menghadapi antusiasme penonton. Soalnya suporter ilegal yang masuk tanpa tiket akan sangat merugikan klub dalam sistem sepakbola industri yang tengah dikembangkan LPI.

“Jangka pendek yang harus dilakukan adalah klub sebagai tuan rumah harus memenuhi semua aspek persiapan. Tak ada lagi kebocoran-kebocoran hingga aspek bisnis bisa direalisasikan. Supaya klub bisa untung jangan ada kebocoran-kebocoran dan mark up. Semua profesional, hindari memasukkan orang tanpa tiket,” tuntas dia di ujung telepon.

http://detiksport.com/sepakbola/read/2011/01/09/132801/1542534/76/penonton-membludak-indikasi-lpi-diterima-publik