Sistem Informasi Akuntansi pada Usaha Menengah Kebawah

Setiap perusahaan dalam menjalankan usahanya pasti mengelola sistem keuangan perusahaan tersebut. Namun apakah para pengusaha menengah kebawah juga melakukan pengelolaan sistem keuangan pada tempat usahanya? contohnya pada pedagang rokok. Setelah bertanya kepada salah satu pedagagang rokok, dapat disimpulkan bahwa mereka melakukan pengolahan sistem keuangan. Kesimpulan tersebut didapat atas pernyataan si penjual rokok tersebut. Meskipun hanya pedagang kecil pengelolaan tetap dilakukan untung mendapatkan keuntungan.

Pengelolaan keuangan dalam usahanya dilakukan agar tercapainya tujuan yaitu keuntungan. Pengelolaan keuangan dalam usahanya dimulai dari menyiapkan modal usahanya. Setelah memiliki modal Si pedagang rokok pergi ke agen penjual rokok untuk membeli beberapa bungkus rokok. Disinilah terjadi transaksi pertama yakni antara Si penjual rokok dengan agen penjual rokok.
Setelah membeli sejumlah bungkus rokok mulailah pedagang rokok mengelola keuangan dalam usahanya tersebut. Contoh untuk 1 bungkus rokok Dji Sam Soe yang berisi 12 batang dengan harga 1 bungkusnya Rp 9500. Harga ini adalah harga beli dari agen rokok tempat pedagang membelinya. Untuk mendapat keuntungan pedagang harus mengambil keputusan untuk memberikan harga jual kepada konsumen. Si pedagang memutuskan memberikan harga jual untuk setiap bungkus rokok Dji Sam Soe seharga Rp 11000.
Pedagang tidak hanya menjual perbungkus kepada konsumennya, melainkan juga per ½ bungkus atau per batang. Untuk per ½ bungkus pedagang memberikan harga jual Rp 6000, sedangkan untuk perbatang harga jualnya yaitu Rp 1000. Dengan memberikan harga jual kepada konsumen maka Si pedagang mendapatkan keuntungan. Untuk keuntungan yang didapatkan jika menjualnya perbungkus adalah Rp 1300, sedangkan untuk keuntungan menjual per ½ bungkus adalah Rp 3700 dan keuntungan menjual perbatang adalah Rp 2300.

Setelah memutuskan berapa harga jual untuk konsumen pedagang memulai berjualan. Setiap ada konsumen yang membeli rokok dagangannya, maka selalu terjadi transaksi antara Si pedagang rokok dengan konsumen. Dan tentunya setiap terjadi transaksi Si pedagang mendapatkan keuntungan dalam setiap rokok yang dijualnya. Dengan adanya keuntungan yang didapat maka Si pedagang dapat berbelanja rokok di agen rokok lebih banyak dibandingkan jumlah rokok yang dibeli saat berbelanja sebelumnya. Untuk menghindari terjadi kerugian Si pedagang hanya melayani hutang hanya konsumen-konsumen yang dikenalnya. Jadi keuntungan yang didapatkan dapat diputar terus-menerus untuk berbelanja rokok dagangannya.

Flowchart Sistem Keuangan Pedagang Rokok

Flowchart